Jatropha di Bengkulu untuk Bio Diesel

Pada Maret 2009, penulis bertemu dengan teman penulis yang kebetulan sedang mencari lahan untuk investor dengan luas 4000 hektar untuk perkebunan jarak pagar dan secara kebetulan penulis mempunyai info lahan di Bengkulu Selatan. Yang pada akhirnya diadakan pertemuan antara penulis dengan konsultan dari perusahaan PT. Jatropha Solutions dan disepakati harga sekaligus pengurusan surat ijin dan pembebasan lahan oleh team penulis.

Setelah melewati berbagai pertemuan dengan pihak perusahaan dalam hal ini konsultan dan pihak pemerintahan dari perangkat desa sampai Bupati dan Gubernur. Ijin dapat diperoleh dan pihak perusahaan memberikan uang peduli kepada petani penggarap yang sebelumnya menggarap lahan milik Pemda Bengkulu Selatan.

Juni 2009, team dari IPB mengadakan penelitian kelayakan tanah untuk lahan perkebunan jarak pagar dengan luas 4500 hektar dan lahan tersebut cocok untuk tanaman jarak. Setelah diadakan penelitian oleh team IPB penulis beserta team mengadakan pengukuran dan pendataan petani penggarap dan melakukan sosialisasi untuk pembebasan lahan 1000 hektar selama kurang lebih 2 minggu. Tahap demi tahap dilewati dengan sukses dan tidak ada kendala dari pemerintah maupun masyarakat.

10 November 2009, penulis bersama team berangkat dari Bengkulu ke kota Manna-Bengkulu Selatan untuk tugas berikutnya yaitu melakukan pembayaran ke petani penggarap yang menggarap lahan seluas 1000 hektar. Bekerjasama dengan Bank BRI unit Manna penulis berangkat ke desa Tanjung Aur kecamatan Pino Raya kabupaten Bengkulu Selatan dengan pengawalan petugas polisi dari Polres BS dan mambagikan uang kepedulian dari perusahaan PT. Jatropha Solutions kepada petani penggarap.








Masyarakat disana sangat berharap dengan adanya investor yang menanamkan modalnya di bidang perkebunan sehingga bisa menyerap tenaga kerja yang tentunya akan menambah kemakmuran masyarakatnya.

Tulisan ini merupakan pengalaman penulis dan team selama membantu PT. Jatropha Solutions dalam usahanya berinvestasi di bidang perkebunan dengan tanaman jarak yang bisa menjadi energi bio diesel. Dari sini penulis melihat besarnya potensi provinsi Bengkulu untuk investasi di bidang perkebunan.

Read More......

Padma Raksasa (Rafflesia Arnoldi)

Rafflesia arnoldi, dikenal sebagai Patma raksasa (Rafflesia arnoldi) yang merupakan tumbuhan parasit obligat, yang terkenal karena memiliki bunga berukuran sangat besar, bahkan merupakan bunga terbesar di dunia. Ia tumbuh di jaringan tumbuhan merambat (liana) Tetrastigma dan tidak memiliki daun sehingga tidak mampu berfotosintesis. Tumbuhan ini endemik di Pulau Sumatera, terutama bagian selatan (Bengkulu, Jambi, dan Sumatera Selatan).

Taman Nasional Kerinci-Seblat merupakan daerah konservasi utama spesies ini. Jenis ini, bersama-sama dengan anggota genus Rafflesia yang lainnya, terancam statusnya akibat penggundulan hutan yang dahsyat.

Bunga ini merupakan parasit tidak berakar, tidak berdaun, dan tidak bertangkai. Diameter bunga ketika sedang mekar bisa mencapai 1 meter dengan berat sekitar 11 kilogram. Bunga menghisap unsur anorganik dan organik dari tanaman inang Tetrasigma. Satu-satunya bagian yang bisa disebut sebagai "tanaman" adalah jaringan yang tumbuh di tumbuhan merambat Tetrastigma. Bunga mempunyai lima daun mahkota yang mengelilingi bagian yang terlihat seperti mulut gentong. Di dasar bunga terdapat bagian seperti piringan berduri, berisi benang sari atau putik bergantung pada jenis kelamin bunga, jantan atau betina. Hewan penyerbuk adalah lalat yang tertarik dengan bau busuk yang dikeluarkan bunga. Bunga hanya berumur sekitar satu minggu (5-7 hari) dan setelah itu layu dan mati. Presentase pembuahan sangat kecil, karena bunga jantan dan bunga betina sangat jarang bisa mekar bersamaan dalam satu minggu, itu pun kalau ada lalat yang datang membuahi.(id.wikipedia.org)

Berbeda dengan Bunga Bangkai adalah jenis Amorphophallus titanium. Bunga ini memberi pesona tersendiri karena disamping keindahan juga pertumbuhannya yang tinggi dan besar. Itulah sebabnya disebut juga dengan Suweg Raksasa.

Bunga ini muncul dari dalam tanah berasal dari umbi tumbuhan yang telah hilang pada akhir masa pertumbuhannya. Dalam masa perkembangan, bunga atau kembang sangat tergantung pada umbi yang ada di dalam tanah.

Bunga ini terdiri dari: tangkai bunga, kelopak atau selundang dan bongkol berbentuk tugu ditengah-tengah kelopak bunga.

Perkembangan bunga yang dimulai sejak berbentuk kuncup hingga menjadi kayu diperkirakan kurang lebih 2 bulan. Bunga bangkai yang tumbuh, memiliki siklus dari mulai kuncup hingga mekar jauh lebih cepat sekitar 22 hari dan waktu tercepat pada saat kelopak bunga layu hanya sekitar 24 jam.

Banyak orang mengidentikannya dengan bunga bangkai yang satu lagi yaitu Rafflesia arnoldi bunga terbesar di dunia (padma raksasa).

Pada hal keduanya memiliki perbedaan yang sangat prinsipil.

Persamaan yang paling menonjol diantara kedua kembang ini terletak pada bau atau aroma yang disebarkan.

Sedangkan perbedaannya meliputi :

* Dalam hal bentuk, dimana Rafflesia arnoldi berbentuk bundar melebar sedangkan Arorphophallus titanum berbentuk kerucut seperti agung yang masih berbalut;
* Bianga Arorphophallus titanum adalah umbi yang tertanam di dalam tanah. Sedangkan Rafflesia arnoldi merupakan parasit yang tumbuh pada akar-akar liana dan yang menyebarkannya terutama adalah babi hutan yang tidak sengaja melukai akar liana dengan injakan. Pada injakan bekas kuku babi hutan itulah spora rafflesia tersimpan dan menemukan tempat yang cocok untuk tumbuh. (dephut.go.id)

Read More......

Ebuddy... Asyik Buat Chat Facebook di HP

Facebook sudah jadi keasyikan buat penggemarnya, tulis-tulis cerita, catatan. Yang lebih asyiknya ketemu temen-temen lama, saudara kita yang jauh. Penulis pengin kasih tool asyik buat facebook-an di ponsel langsung bisa chat to chat tidak ubahnya chating di laptops atau pc.

Ebuddy, aplikasi mobile chatting yang cukup populer. Sebenarnya tool ini udah lama dari April 2009, penulis baru-baru ini menggunakannya setelah ketemu temen lama kurang lebih 10 tahun tidak ada kabar. dan aplikasi ini bisa didownload langsung dari ponsel, kebetulan penulis pake N96.. jadi deh aplikasi masuk ke ponsel penulis.

Penulis bisa menambahkan fasilitas akun Facebook messenger dalam layanannya. Dengan demikian bisa melakukan chatting dengan rekan Facebook via ponsel.

Yang menarik akun Facebook bisa disandingkan dengan akun messenger yang lainnya seperti Yahoo messenger, Gmail talk, Windows messenger dan sebagainya. Hebatnya lagi list daftar rekan anda di Facebook dan messenger lain bisa disatukan dalam satu list.

Anda tertarik dengan tool ini, klik sini buat daftar.


Read More......

Bengkulu Surganya.. Fishing Mania

Dalam rangka memperingati hari Darma Samudra 2010 di Lanal Bengkulu tanggal 15 Januari, yang diisi dengan kegiatan kejuaraan memancing, penulis mendapat tugas membuat piagam kejuaraan memancing 'Danlanal Cup' yang memperebutkan juara I, II, III ikan mas merah, juara I, II, III ikan mas, Juara ikan mas merah terkecil dan juara ikan mas terkecil.

Dari sini penulis melihat potensi Bengkulu yang banyak memiliki kolam ikan yang dikelola sebagai sarana hiburan keluarga, pengelola menyediakan lapak memancing dan tempat santai bagi keluarga. Bengkulu mempunyai lahan yang cukup luas sehingga berpotensi untuk usaha budidaya ikan. Pada hari-hari tertentu pengelola membuat kejuaraan memancing dengan peserta yang cukup banyak dan berbagai hadiah untuk menarik pemancing mania yang ada di Bengkulu. Danlanal Cup diikuti 100 peserta undangan karena diadakan untuk mempererat persatuan dan kesatuan antar instansi sipil, militer dan swasta. Pikir penulis kalo peserta dibuka pendaftaran untuk umum bisa lebih dari 100 peserta yang mengikuti kejuaraan ini.


Read More......

Asal Mula Air Langkap

Sebuah desa, dulu di kecamatan Kaur Tengah, Kabupaten Bengkulu Selatan. Desa ini secara administratif bernama Desa Sukarami. Di sini terkenal sebagai dusun Air Langkap. Membacanya begini: Aya’ Langkap. Tanda baca ( ‘ ) sebagai pengganti huruf R dalam bahasa Indonesia. Membacanya seperti membaca huruf ‘ain dalam bahasa Arab, yakni huruf ke 18 dalam susunan huruf Hijaiyah. Penduduk setempat tidak bisa menyebut huruf R seperti orang batak menyebutnya.

Dusun Air Langkap dekat dengan laut. Di pinggir laut ini ada bagian air laut yang menjorok ke daratan seperti teluk. Nah, daerah pinggir pantai yang banyak pohon kelapanya ini, air laut yang menjorok seperti teluk tersebut memiliki panjang sekitar 100-an meter dan lebar yang cukup membuatnya tampak seperti sungai. Kalau airnya sedang penuh, kedalamannya sekitar sepinggang orang dewasa. Airnya asin, karena memang ia bagian dari laut. Kalau air laut sedang pasang naik, maka ia terlihat sekali menyatu dengan laut lepas, sebab karang-karang tajam di pinggir pantai sudah tidak tampak lagi.

Sepintas orang melihatnya seperti muara, yakni pertemuan aliran sungai dengan laut. Di dalamnya banyak terdapat ikan-ikan yang ukurannya tidak begitu besar, rata-rata seukuran jempol orang dewasa. Ada ikan Pelung yang warnya hitam dan kulitnya agak licin. Ada pula ikan Se’eni yang warnanya bening agak keabu-abuan. Ikan-ikan itu enak dimakan. Kalau malas memancing agak ke tengah laut karena karang-karang tajam atau laut yang sedang tinggi gelombangnya, orang-orang atau kebanyakan adalah anak-anak, akan memancing di situ. Mendapatkan ikan Pelung dan Ikan Se’eni beberapa genggam sudah cukup untuk lauk teman nasi untuk dimakan.

Pada zaman dulu, di air inilah seorang penduduk menemukan mayat yang telangkap atau telungkup, posisi badan menghadap ke bumi. Mayat itu mengapung di sana. Mungkin karena sebelumnya belum pernah terjadi, akhirnya tempat tersebut jadi terkenal. Akhirnya daerah ini disebut dusun Aya’ Langkap. Maksudnya air di mana pernah ditemukan mayat mengapung di atasnya dalam posisi telangkap atau telungkup. Jadilah dusun ini terkenal dengan sebutan Aya’ Langkap.

Penduduk setempat menyebut Air dengan Aya’. Sungai disebut Aya’ Besak atau air besar. Air sumur disebut Aya’ Sumu’.

Read More......

Asal Muasal Danau Tes

Alkisah, di Dusun Kutei Donok, Tanah Ranah Sekalawi (atau daerah Lebong sekarang ini), hidup seorang sakti bersama seorang anak laki-lakinya. Oleh masyarakat Kutei Donok, orang sakti itu dipanggil si Lidah Pahit. Ia dipanggil demikian, karena lidahnya memiliki kesaktian luar biasa. Apapun yang dikatakannya selalu menjadi kenyataan. Meski demikian, ia tidak asal mengucapkan sesuatu jika tidak ada alasan yang mendasarinya.

Pada suatu hari, si Lidah Pahit berniat untuk membuka lahan persawahan baru di daerah Baten Kawuk, yang terletak kurang lebih lima kilometer dari dusun tempat tinggalnya. Setelah menyampaikan niatnya kepada para tetangganya dan mendapat izin dari Tuai Adat Kutei Donok, ia pun segera menyiapkan segala peralatan yang akan dipergunakan untuk membuka lahan persawahan baru.

“Anakku, kamu di rumah saja! Ayah hendak pergi ke daerah Baten Kawuk untuk membuka lahan persawahan baru,” ujar si Lidah Pahit kepada anaknya. “Baik, Ayah!” jawab anaknya.

Setelah berpamitan kepada anaknya, si Lidah Pahit pun berangkat dengan membawa kapak, parang, dan cangkul. Sesampainya di daerah Baten Kawuk, ia pun mulai menggarap sebuah lahan kosong yang terletak tidak jauh dari Sungai Air Ketahun. Si Lidah Pahit memulai pekerjaannya dengan menebangi pohon-pohon besar dengan kapak dan membabat semak belukar dengan parang. Setelah itu, ia pun segera mencangkul lahan kosong itu. Tanah-tanah cangkulannya ia buang ke Sungai Air Ketahun.

Setelah dua hari bekerja, si Lidah Pahit telah membuka lahan persawahan seluas kurang lebih setengah hektar. Bagi masyarakat Kutei Donok waktu itu, termasuk si Lidah Pahit, untuk membuka lahan persawahan seluas satu hektar dapat diselesaikan dalam waktu paling lama satu minggu, karena rata-rata mereka berbadan besar dan berotot. Alangkah senang hati si Lidah Pahit melihat hasil pekerjaannya itu.

Pada hari ketiga, si Lidah Pahit kembali ke Baten Kawuk untuk melanjutkan pekerjaannya. Ia bekerja dengan penuh semangat. Ia tidak memikirkan hal-hal lain, kecuali menyelesaikan pekerjaannya agar dapat dengan segera menanam padi di lahan persawahannya yang baru itu.

Namun, tanpa disadari oleh si Lidah Pahit, para ketua adat dan pemuka masyarakat di kampungnya sedang membicarakan dirinya. Mereka membicarakan tentang pekerjaannya yang selalu membuang tanah cangkulannya ke Sungai Air Ketahun, sehingga menyebabkan aliran air sungai itu tidak lancar. Kekhawatiran masyarakat Kutei Donok yang paling besar adalah jika si Lidah Pahit terus membuang tanah cangkulannya ke Sungai Air Ketahun akan menyumbat air sungai dan mengakibatkan air meluap, sehingga desa Kutei Donok akan tenggelam.

Melihat kondisi itu, ketua adat bersama tokoh-tokoh masyarakat Kutei Donok lainnya segera bermusyawarah untuk mencari alasan agar pekerjaan si Lidah Pahit dapat dihentikan. Setelah beberapa jam bermusyawarah, mereka pun menemukan sebuah alasan yang dapat menghentikan pekerjaan si Lidah Pahit. Maka diutuslah beberapa orang untuk menyampaikan alasan itu kepada si Lidah Pahit. Sesampainya di tempat si Lidah Pahit bekerja, mereka pun segera menghampiri si Lidah Pahit yang sedang asyik mencangkul.

“Maaf, Lidah Pahit! Kedatangan kami kemari untuk menyampaikan berita duka,” kata seorang utusan. “Berita duka apa yang kalian bawa untukku?” tanya si Lidah Pahit. “Pulanglah, Lidah Pahit! Anakmu meninggal dunia. Kepalanya pecah terbentur di batu saat ia terjatuh dari atas pohon,” jelas seorang utusan lainnya. “Ah, saya tidak percaya. Tidak mungkin anakku mati,” jawab si Lidah Pahit dengan penuh keyakinan.

Beberapa kali para utusan tersebut berusaha untuk meyakinkannya, namun si Lidah Pahit tetap saja tidak percaya. Akhirnya, mereka pun kembali ke Dusun Kutei Donok tanpa membawa hasil. “Maaf, Tuan! Kami tidak berhasil membujuk si Lidah Pahit untuk kembali ke kampung ini,” lapor seorang utusan kepada ketua adat. “Iya, Tuan! Ia sama sekali tidak percaya dengan laporan kami,” tambah seorang utusan lainnya.

Mendengar keterangan itu, ketua adat segera menunjuk tokoh masyarakat lainnya untuk menyampaikan berita duka itu kepada si Lidah Pahit. Namun, lagi-lagi si Lidah Pahit tidak percaya jika anaknya telah mati. Ia terus saja mencangkul dan membuang tanah cangkulannya ke Sungai Air Ketahun.Melihat keadaan itu, akhirnya ketua adat bersama beberapa pemuka adat lainnya memutuskan untuk menyampaikan langsung alasan itu kepada si Lidah Pahit. Maka berangkatlah mereka untuk menemui si Lidah Pahit di tempat kerjanya.

“Wahai si Lidah Pahit! Percayalah kepada kami! Anakmu benar-benar telah meninggal dunia,” kata ketua adat kepada si Lidah Pahit. Oleh karena sangat menghormati ketua adat dan pemuka adat lainnya, si Lidah Pahit pun percaya kepada mereka. “Baiklah! Karena Tuan-Tuan terhormat yang datang menyampaikan berita ini, maka saya sekarang percaya kalau anak saya telah meninggal dunia,” kata si Lidah Pahit dengan suara pelan.

“Kalau begitu, berhentilah bekerja dan kembalilah ke kampung melihat anakmu!” ujar ketua adat. “Iya, Tuan! Saya akan menyelesaikan pekerjaan saya yang tinggal beberapa cangkul ini,” jawab si Lidah Pahit.

Mendengar jawaban itu, ketua adat beserta rombongannya berpamitan untuk kembali ke Dusun Kutei Donok. Setelah rombongan itu pergi, si Lidah Pahit baru menyadari akan ucapannya tadi. Dalam hati, ia yakin betul bahwa anaknya yang sebenarnya tidak meninggal kemudian menjadi meninggal akibat ucapannya sendiri. Maka dengan ucapan saktinya itu, anaknya pun benar-benar telah meninggal dunia.

Namun, apa hendak dibuat, nasi sudah menjadi bubur. Ucapan si Lidah Pahit tersebut tidak dapat ditarik kembali. Dengan perasaan kesal, ia pun melampiaskan kemarahannya pada tanah garapannya. Berkali-kali ia menghentakkan cangkulnya ke tanah, lalu membuang tanah cangkulannya ke Sungai Air Ketahun. Setelah itu, ia pun bergegas kembali ke Dusun Kutei Donok hendak melihat anaknya yang telah meninggal dunia. Sesampainya di rumah, ia mendapati anaknya benar-benar sudah tidak bernyawa lagi.

Konon, tanah-tanah yang dibuang si Lidah Pahit itu membendung aliran Sungai Air Ketahun dan akhirnya membentuk sebuah danau besar yang diberi nama Danau Tes.

*****

Demikian cerita Asal Mula Danau Tes dari Provinsi Bengkulu. Hingga kini, Danau Tes menjadi sumber mata pencaharian penduduk Kota Donok dan airnya telah dimanfaatkan sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA).

Cerita di atas termasuk ke dalam kategori legenda yang mengandung pesan-pesan moral yang dapat dijadikan pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu pesan moral yang dapat dipetik dari cerita di atas adalah keburukan sifat mudah percaya pada omongan orang-orang yang berpangkat atau penguasa, karena tidak selamanya ucapan seorang penguasa selalu benar. Sifat ini tercermin pada sikap dan perilaku si Lidah Pahit yang mudah percaya dengan laporan ketua adat di kampungnya, sehingga mengakibatkan anak kesayangannya meninggal dunia.

Read More......

Hujan Badai... Malam Tahun Baru 2010 Bengkulu

Pada malam tahun baru 2010 di Bengkulu diguyur hujan lebat disertai angin kencang dan badai, sehingga di berbagai tempat perayaan menyambut pergantian tahun sepi pengunjung. Pemantauan di beberapa lokasi di Kota Bengkulu, Kamis malam, terlihat pangggung hiburan sepi pengunjung. Para pemain musik terpaksa menggelar acara di emperan ruko atau di emperan rumah warga, karena di tempat yang telah disediakan tergenang air hujan.

Hujan lebat mengguyur Kota Bengkulu dan sekitarnya sejak pukul 18.30 WIB, dan reda pada pukul 24.00 WIB. Penulis yang tergabung dalam Samudera Management sebagai Humas Pelaksana yang menggelar “HAPPY NEW YEAR 2010 LA LIGHT BEACH PARTY” baru bisa melaksanakan kegiatan setelah menunggu hujan reda dan bisa maksimal menampilkan Parade DJ pada pukul 01.00 Wib, penampilan diawali dengan Band Pembuka dari Djarum kemudian dilanjutkan penampilan DJ.Mr Gerry dari Snips dilanjutkan DJ.Miss Andra dari Jakarta, DJ.Miss Meme dari Snips, DJ.Miss Lia Tamara.

Parade DJ ini adalah yang pertama kalinya diadakan di Bengkulu di luar ruangan yaitu mengambil lokasi pinggir pantai di panggung permanen depan Nala Cottage, permainan music yang memukau memuaskan para penikmat house music di Bengkulu, dipadu dengan pesta kembang api yang berlangsung meriah. Acara parade DJ berakhir pukul 05.00 Wib.

Dilanjutkan dengan Parade Band (1/1-2010) menampilkan The Best Band Bengkulu yang diikuti 21 group band bengkulu terdiri dari para pelajar dan umum.
Read More......
 

ikuti saya

ID
ardi.romdani@yahoo.com
Visit MyBlogLog and get a signature like this!
Travel blogs & blog posts
Resorts Blogs - Blog Catalog Blog Directory
Travel Blogs
Free Automatic Backlink