Tampilkan postingan dengan label pariwisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pariwisata. Tampilkan semua postingan

Tour Enggano 2010

Sibuknya penulis menyiapkan w@rnet SAMUDERA dan mempersiapkan kegiatan Bengkulu Road Race 2010 tanggal 21 Februari. Mendapat perintah untuk mendampingi Danlanal Bengkulu dalam kegiatan Tour Enggano dalam rangka Bakti Sosial TNI, Polri dan Pemda. Minggu 7 Februari 2010 berangkat menggunakan KM.Raja Enggano bertolak dari pelabuhan ferry Pulau Baai sekira pukul 18.00 Wib, perjalanan menuju Pulau Enggano membelah Samudra Hindia. Alhamdulillah perjalanan kali ini sangat bersahabat cuaca tenang menempuh perjalanan kurang lebih 156 km (92 mil laut) ditempuh selama 12 jam. Sampai di Pulau Enggano sekira pukul 05.00 Wib.

Pulau Enggano adalah pulau terluar Indonesia yang terletak di samudra Hindia dan berbatasan dengan negara India. Pulau Enggano ini merupakan bagian dari wilayah pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu, dan merupakan satu kecamatan. Pulau ini berada di sebelah barat daya dari kota Bengkulu dengan koordinat 5° 31′ 13″ LS, 102° 16′ 0″ BT.

Laporan pertama mengenai pulau ini berdasarkan catatan Cornelis de Houtman yang mengunjungi pulau ini tanggal 5 Juni 1596.[1]. Tidak diketahui dari mana de Houtman mengetahui nama pulau ini, yang dalam bahasa Portugis, engano, berarti "kecewa".

Penduduk asli Pulau Enggano adalah suku Enggano, yang terbagi menjadi lima puak asli (penduduk setempat menyebutnya suku). Semuanya berbahasa sama, bahasa Enggano. Suku atau Puak Kauno yang mulai menempati tempat ini pada zaman Belanda (sekitar tahun 1934). Selain Suku Kauno, terdapat Suku Banten (pendatang), dan empat suku lainnya. Penduduk dari pulau dengan luas 40 hektare ini rata-rata hidup dari perkebunan kakao yang hasilnya dijual ke Kota Bengkulu.

Di Enggano terdapat lima Sekolah Dasar Negeri (SDN) yang terletak di desa Apoho, Banjar Sari, Ka'ana, Meok dan Kayaapu.

Penulis menyempatkan untuk melihat pelabuhan malakoni yang pada tahun 2000 terjadi gempa besar yang menyebabkan roboh nya pelabuhan malakoni. Dan rumah adat suku kaitora. Rumah adat yang lain sudah banyak rusak dan tidak terawat. Melihat kehidupan di pulau ini masih asli karena dari adat di pulau ini peraturan adat untuk selalu menjaga keaslian pulau. Jalan penghubung antar desa melewati jalan tengah rusak berat sehingga penulis harus berkubang dengan lumpur untuk bisa melihat desa di Pulau Enggano.

Yang menarik bagi penulis disini Hutan Mangrove dengan pohon yang cukup banyak dan besar berpotensi untuk pembibitan dan dikembangkan. Gagasan dari Danposal Pulau Enggano Pelda Harun Sujatmiko didukung anggota Posal Enggano untuk mengadakan pembibitan di mulai dengan 1000 pohon mangrove. Bisa menjadi pilot project dalam rangka melestarikan hutan di kawasan pesisir sebagai pertahanan pantai dari gelombang yang menyebabkan abrasi di pantai-pantai Indonesia.

Dan penulis sampaikan dukungan terhadap kelestarian lingkungan pesisir. Semoga dengan tulisan ini bisa menyampaikan pesan bahwa di mulai dari sekarang untuk berbuat terhadap lingkungan. Kalau bukan kita siapa yang menjaga, supaya keturunan kita bisa menikmati dan berkelanjutan untuk selalu menjaga lingkungan terhadap kerusakan yang ditimbulkan oleh ulah manusia yang tidak bertanggung jawab.
Read More......

Padma Raksasa (Rafflesia Arnoldi)

Rafflesia arnoldi, dikenal sebagai Patma raksasa (Rafflesia arnoldi) yang merupakan tumbuhan parasit obligat, yang terkenal karena memiliki bunga berukuran sangat besar, bahkan merupakan bunga terbesar di dunia. Ia tumbuh di jaringan tumbuhan merambat (liana) Tetrastigma dan tidak memiliki daun sehingga tidak mampu berfotosintesis. Tumbuhan ini endemik di Pulau Sumatera, terutama bagian selatan (Bengkulu, Jambi, dan Sumatera Selatan).

Taman Nasional Kerinci-Seblat merupakan daerah konservasi utama spesies ini. Jenis ini, bersama-sama dengan anggota genus Rafflesia yang lainnya, terancam statusnya akibat penggundulan hutan yang dahsyat.

Bunga ini merupakan parasit tidak berakar, tidak berdaun, dan tidak bertangkai. Diameter bunga ketika sedang mekar bisa mencapai 1 meter dengan berat sekitar 11 kilogram. Bunga menghisap unsur anorganik dan organik dari tanaman inang Tetrasigma. Satu-satunya bagian yang bisa disebut sebagai "tanaman" adalah jaringan yang tumbuh di tumbuhan merambat Tetrastigma. Bunga mempunyai lima daun mahkota yang mengelilingi bagian yang terlihat seperti mulut gentong. Di dasar bunga terdapat bagian seperti piringan berduri, berisi benang sari atau putik bergantung pada jenis kelamin bunga, jantan atau betina. Hewan penyerbuk adalah lalat yang tertarik dengan bau busuk yang dikeluarkan bunga. Bunga hanya berumur sekitar satu minggu (5-7 hari) dan setelah itu layu dan mati. Presentase pembuahan sangat kecil, karena bunga jantan dan bunga betina sangat jarang bisa mekar bersamaan dalam satu minggu, itu pun kalau ada lalat yang datang membuahi.(id.wikipedia.org)

Berbeda dengan Bunga Bangkai adalah jenis Amorphophallus titanium. Bunga ini memberi pesona tersendiri karena disamping keindahan juga pertumbuhannya yang tinggi dan besar. Itulah sebabnya disebut juga dengan Suweg Raksasa.

Bunga ini muncul dari dalam tanah berasal dari umbi tumbuhan yang telah hilang pada akhir masa pertumbuhannya. Dalam masa perkembangan, bunga atau kembang sangat tergantung pada umbi yang ada di dalam tanah.

Bunga ini terdiri dari: tangkai bunga, kelopak atau selundang dan bongkol berbentuk tugu ditengah-tengah kelopak bunga.

Perkembangan bunga yang dimulai sejak berbentuk kuncup hingga menjadi kayu diperkirakan kurang lebih 2 bulan. Bunga bangkai yang tumbuh, memiliki siklus dari mulai kuncup hingga mekar jauh lebih cepat sekitar 22 hari dan waktu tercepat pada saat kelopak bunga layu hanya sekitar 24 jam.

Banyak orang mengidentikannya dengan bunga bangkai yang satu lagi yaitu Rafflesia arnoldi bunga terbesar di dunia (padma raksasa).

Pada hal keduanya memiliki perbedaan yang sangat prinsipil.

Persamaan yang paling menonjol diantara kedua kembang ini terletak pada bau atau aroma yang disebarkan.

Sedangkan perbedaannya meliputi :

* Dalam hal bentuk, dimana Rafflesia arnoldi berbentuk bundar melebar sedangkan Arorphophallus titanum berbentuk kerucut seperti agung yang masih berbalut;
* Bianga Arorphophallus titanum adalah umbi yang tertanam di dalam tanah. Sedangkan Rafflesia arnoldi merupakan parasit yang tumbuh pada akar-akar liana dan yang menyebarkannya terutama adalah babi hutan yang tidak sengaja melukai akar liana dengan injakan. Pada injakan bekas kuku babi hutan itulah spora rafflesia tersimpan dan menemukan tempat yang cocok untuk tumbuh. (dephut.go.id)

Read More......

Hujan Badai... Malam Tahun Baru 2010 Bengkulu

Pada malam tahun baru 2010 di Bengkulu diguyur hujan lebat disertai angin kencang dan badai, sehingga di berbagai tempat perayaan menyambut pergantian tahun sepi pengunjung. Pemantauan di beberapa lokasi di Kota Bengkulu, Kamis malam, terlihat pangggung hiburan sepi pengunjung. Para pemain musik terpaksa menggelar acara di emperan ruko atau di emperan rumah warga, karena di tempat yang telah disediakan tergenang air hujan.

Hujan lebat mengguyur Kota Bengkulu dan sekitarnya sejak pukul 18.30 WIB, dan reda pada pukul 24.00 WIB. Penulis yang tergabung dalam Samudera Management sebagai Humas Pelaksana yang menggelar “HAPPY NEW YEAR 2010 LA LIGHT BEACH PARTY” baru bisa melaksanakan kegiatan setelah menunggu hujan reda dan bisa maksimal menampilkan Parade DJ pada pukul 01.00 Wib, penampilan diawali dengan Band Pembuka dari Djarum kemudian dilanjutkan penampilan DJ.Mr Gerry dari Snips dilanjutkan DJ.Miss Andra dari Jakarta, DJ.Miss Meme dari Snips, DJ.Miss Lia Tamara.

Parade DJ ini adalah yang pertama kalinya diadakan di Bengkulu di luar ruangan yaitu mengambil lokasi pinggir pantai di panggung permanen depan Nala Cottage, permainan music yang memukau memuaskan para penikmat house music di Bengkulu, dipadu dengan pesta kembang api yang berlangsung meriah. Acara parade DJ berakhir pukul 05.00 Wib.

Dilanjutkan dengan Parade Band (1/1-2010) menampilkan The Best Band Bengkulu yang diikuti 21 group band bengkulu terdiri dari para pelajar dan umum.
Read More......

2010

Yakkk lewat 2009 datang tahun 2010, tidak terasa semua begitu cepat pergi dan cepat datang. desember...dimulai pada tanggal 5. bertepatan dengan HUT TNI AL. kilas balik nih buat penulis.... akhir tahun yang indah dua tahun terakhir. tepat tanggal 5 Desember 2008 penulis memulai usaha membuka warnet Samudera, keinginan untuk menambah usaha belum tercapai masih banyak kendala... planning penulis 5 desember 2009 ada penambahan.

Tanggal 5 desember 2009 penulis and team membuat event besar untuk ukuran di Bengkulu adalah yang terbaik dan sukses besar. sampai akhirnya penulis diajak Mr.Roni untuk membuat sebuah EO yang di dukung Mr.Sahrijan dari PT. Djarum Kudus yang sebelumnya mendukung event tanggal 5 Desember... Alhamdulillah berdiri EO Samudera management untuk event pertama yang akan diselenggarakan:

"HAPPY NEW YEAR 2010 LA LIGHT BEACH PARTY"

Yang melibatkan group band lokal terbaik dengan acara utama pesta kembang api, parade DJ and Ladies Dancer yang Insya Alloh dilaksanakan pada malam Tahun Baru di Pantai Panjang Bengkulu.

Read More......

Tabot 2009

Gubernur Bengkulu Agusrin M Najamudin, Kamis (17/12) malam, membuka secara resmi agenda tahunan menyambut Tahun Baru Hijriah, Festival Tabot 2009. Festival Tabot dilaksanakan secara turun temurun oleh masyarakat Bengkulu untuk menyambut Tahun Baru 1431 Hijriah dan memperingati gugurnya cucu Nabi Muhammad SAW Amir Hussain di Padang Karbala Irak.

Meski diguyur hujan lebat, pembukaan yang berlangsung di lapangan Pasar Baru Koto Kampung itu dipadati masyarakat yang ingin menyaksikan pelepasan Kerukunan Keluarga Tabot (KKT) untuk mengambil tanah sebagai tanda dimulainya ritual Tabot. "Saya mengucapkan terimakasih untuk Keluarga Tabot yang tetap mempertahankan tradisi ini walaupun tanpa dukungan pemerintah tetap dilaksanakan," kata Gubernur mengawali sambutannya.

Ritual Tabot sudah dilaksanakan masyarakat Bengkulu sejak abad ke 13 dan menjadi agenda tahunan bahkan masuk dalam kalender wisata nasional.Tabot yang berarti peti mati adalah lambang peti yang berisi jenazah Amir Hussain yang diarak masyarakat Bengkulu menuju lokasi yang disebut Kara Bela yang mencerminkan kawasan Karbala di Irak.

"Semoga tradisi ini tetap dipertahankan, selain untuk meningkatkan keimanan kita juga menjadi salah satu aset budaya Bengkulu," kata Gubernur. Setiap tahun ribuan orang dari kabupaten/kota dipastikan memadati arena festival yang tahun ini digelar di Tapak Paderi Kota Bengkulu selama sepuluh hari sejak 17 hingga 27 Desember.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu Agus Setiyanto dalam sambutannya mengatakan warisan leluhur untuk menggelar ritual Tabot yang sudah berganti nama menjadi Festival Tabot kiranya tetap dipertahankan oleh seluruh masyarakat Bengkulu. Selain diisi dengan pertunjukan tari yang menjadi bagian dari ritual Tabor, pembukaan Festival Tabot juga diisi dengan agenda pembacaan puisi oleh sejumlah kepala daerah dengan tajuk Maharaja Disastra.

Puncak festival Tabot ditandai dengan pembuangan Tabot ke Kara Bela sebagai pertanda pemakaman cucu Nabi Muhammad SAW Amir Hussein, dan diiringi ribuan masyarakat Bengkulu. Tahun ini, kata Agus, agenda selama sepuluh hari ini ini akan dikombinasi dengan Festival Reog dan Kuda Kepang serta Festival Nasyid. "Kami ingin festival tahunan ini bisa menarik kunjungan wisatawan baik domestik maupun mancanegara lebih banyak lagi dari tahun ke tahun,"katanya. Agus mengatakan agenda tahunan ini strategis untuk meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus memajukan pariwisata Bengkulu.
Read More......

HAPPY NEW YEAR 2010 LA LIGHT BEACH PARTY

Bisnis hiburan malam sudah menjadi salah satu unsur pendukung bagi pembangunan dan perkembangan kawasan wisata terpadu di kota Bengkulu pada saat ini. Setiap pelaku bisnis hiburan tersebut secara kompetitif berusaha menarik minat para pengunjung dan pelanggannya sebanyak mungkin demi menaikan omset usahanya, yang pada akhirnya akan meningkatkan taraf pendapatan pada masing masing usaha mereka. Dan tamu atau konsumen akan memberikan kontribusi pada pertumbuhan perekonomian masyarakat Bengkulu pada umumnya.


Berbagai cara dan strategi dilakukan oleh para pelaku bisnis hiburan untuk mencapai target yang disebutkan diatas, diantaranya yaitu mengadakan event acara khusus atau acara special di malam-malam tertentu dengan berbagai konsep acara yang dibuat sedemikian rupa sehingga dapat menyajikan hiburan yang segar dan nyaman dengan menyajikan menu special bagi para pengunjung yang datang.

Untuk menyikapi hal tersebut dalam menyambut tahun baru 2010 Samudera management akan menggelar “HAPPY NEW YEAR 2010 LA LIGHT BEACH PARTY” yang bertujuan untuk memberikan kesegaran dan kenyamanan kepada para pengunjung sehingga dapat memberikan dampak positif kepada kalangan masyarakat. Khususnya kota Bengkulu yang berujung kepada peningkatan pendapatan atau omset.

Read More......

OUTBOND....

Beberapa hari ini penulis ada kesibukan menyiapkan event untuk tahun baru 2010, dalam mengurus ijin lokasi untuk event tahun baru penulis membicarakan konsep-konsep wisata dengan mas Anto dari Dinas Pariwisata provinsi Bengkulu. Sampai pada akhirnya penulis diajak ke tempat permainan yang kalo di Bengkulu belum pernah ada, sebenarnya ditempat lain di Indonesia sudah 10 tahun yang lewat sudah ada. Outbond dikenal sebagai kegiatan outdoor yang menyenangkan, karena didalamnya terdapat konsep permainan yang bertujuan membangun kebersamaan, team building dan rasa percaya diri pada peserta.


Asal-asul outbond sendiri, berawal dari program pelatihan anak buah kapal salah satu pelayaran di Inggris. Pelatihan dilakukan tidak hanya di laut tetapi juga di darat yang berupa petualangan di alam, selama 26 hari.

Istilah awal yang diberikan untuk pelatihan tersebut adalah “County Badge”. Kemudian berubah menjadi Outward Bound. Istilah Outward bound inilah yang kemudian terus dipakai sampai hari ini. Istilah Outward Bound sendiri sudah dipatenkan, sehingga tidak semua orang boleh menggunakan istilah tersebut. Mungkin karena istilah Outward Bound sudah dipatenkan banyak orang kemudian menggunakan istilah 'outbound'.

Read More......

Lebong Kacamata

Lebong Kacamata merupakan lokasi penambangan emas peninggalan Belanda, yang meninggalkan lubang seperti goa dengan bentuk yang tidak beraturan.















Ada tiga buah lubang yang menembus kedalam goa dengan diameter sekitar 2 meter, posisi lubang dari dasar ketinggian sekitar 4 meter. Saat ini oleh masyarakat dijadikan tempat penambangan emas tradisional. Aktifitas penambangan emas tradisional ini merupakan daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung ke Lebong Kacamata.



Read More......

Air Putih

Daya tarik berupa air panas alam yang terletak tidak jauh dari jalan raya. Terdapat dua sumber mata air, yaitu air dingin dan air panas yang mengalir ke satu sungai. Adapununtuk menjangkau lokasi ada dua alternatif jalan menuju kawasan yaitu dari Bengkulu Utara dengan melewati kecamatan Giri Mulya yang terdapat kebun kopi penduduk di kanan dan kiri jalan.

Alternatif lainnya melalui kota Curup menuju Muara Aman dengan melalui Danau Tes. Wisata ini menawarkan atraksi air panas yang keluar dari perut bumi, dengan pemandangan alam indah yang bernuansa pedesaan. Dilokasi telah dibangun Gazebo atau Shelter sebagai tempat istirahat dan pengunjung bisa bersantai menikmati nuansa pedesaan.

more to Lebong Kacamata

Read More......

Telaga Tujuh Warna

Telaga Tujuh Warna dapat ditempuh sekitar 35 Km dari kota Curup arah Muara Aman tepatnya lokasi telaga di desa Sumber Bening, Rimbo Pengadang. Dari simpang jalan di Sumber Bening ini dilanjutkan perjalanan sejauh 6 Km.

Sepanjang jalan menuju lokasi banyak dijumpai ladang-ladang penduduk, hutan hujan tropis yang menghijau dan bukit barisan yang menghampar terlihat dari kejauhan. Sudut pemandangan alam yang masih bisa dinikmati di Rimbo Pengadang. Sumber air panas ini terdiri beberapa telaga yang bila diperhatikan secara seksama akan mewakili tujuh warna yaitu: Biru, Merah, Putih, Abu-abu, Kuning, Coklat dan Hitam.

more to Air Putih

Read More......

PLTA MUSI

PLTA MUSI terletak di kabupaten Kepahiang yang diresmikan oleh presiden Susilo Bambang Yudoyono pada bulan Oktober tahun 2006, dengan kapasitas tenaga listrik yang dihasilkan 3 x 70 MW yang dapat menyuplai tenaga listrik kawasan Sumatra bagian Selatan.














PLTA MUSI tersebut oleh Pemerintah Daerah kabupaten Kepahiang dikembangkan sebagai obyek wisata.

more to Telaga Tujuh Warna

Read More......

Kebun Teh Kebawetan

Daya tarik berupa perkebunan teh peninggalan Belanda. Dan panorama alam yang indah dengan udara yang sejuk. Para pengunjung dapat melihat proses pembuatan teh secara langsung dan menikmati air teh yang disediakan oleh pengelola.

Fasiltas yang tersedia berupa jalan aspal ke lokasi, pesanggrahan, penginapan dan tempat makan minum.

more to PLTA MUSI

Read More......

Lebong Tandai "Batavia Kecil" (2)

Kesibukan penulis dan team mempersiapkan event Danlanal Open Road Race 2009 tanggal 4-5 Desember 2009 dalam rangka HUT TNI AL, penulis menyempatkan melanjutkan tulisan Lebong Tandai sebagai tempat wisata yang sangat menarik untuk "wisata tambang". Setelah tiba di "Stasiun Molek" (sebutan bagi kereta lori berukuran 5 x 1 m, bermesin diesel 10 PK yang bermuatan maksimal 10 penumpang).


Perjalanan menjelang hari mulai gelap, memberi kesan tersendiri bagi mereka yang menyukai wisata alam karena kita hanya bisa melihat hutan dikanan kiri dan Molek yang berjalan didepan atau dibelakang Molek yang kita tumpangi.

Jangan lupa membawa bekal makanan dan minuman karena perjalanan cukup panjang menempuh 33 km panjang rel kereta ini. Untuk diketahui sejak jaman penjajahan hingga sekarang ini, baru ada 2 wilayah yang dilewati rute kereta api atau yang memiliki rel, yaitu disini dan di Kecamatan Kota Padang (Kabupaten Rejang Lebong berbatasan dengan Kota Lubuk Linggau Sumatera Selatan).

Setelah kita menyusuri rel yang membelah hutan sambil menikmati bunyi-bunyian binatang malam sebelum tiba di desa Lebong Tandai kita akan melewati 3 terowongan, yaitu terowongan lobang panjang (+ 300 m), lobang tengah (+ 100 m) dan lobang pendek (+ 50 m) sampailah kita didesa Lebong Tandai, pemandangan desa ini pada malam hari mengingatkan kita pada suasana kehidupan para penambang di film-film Hollywood yang mengambil latar kehidupan tambang . Warung-warung berjejer dengan rapi disepanjang jalan ditengah-tengah desa. Masyarakat sebagian duduk ngobrol, main kartu, dan menonton TV, tak sedikit pula yang bergegas menuju Molek yang baru tiba karena mengambil pesanan barang yang dibeli dari luar desa.

Semua orang pasti akan takjub bercampur kagum betapa tidak, setelah melewati perjalanan selama 3, 5 jam pemandangan sebelumnya hanya hutan, tiba-tiba didepan kita terbentang sebuah desa yang penuh dengan nuansa modern. Listrik yang terang benderang dan tak pernah mati memancar dari setiap rumah dan sudut desa, dan hampir ditiap rumah memiliki pesawat TV walaupun ukuran kecil. Alat elektronik seperti TV, Radio dan sejenisnya adalah salah satu hiburan bagi masyarakat yang hidup didaerah terpencil ini. Berbicara tentang hiburan memang tradisi itu sudah cukup lama tertanam dimasyarakat.

Dengan posisi terpencil dan jauh dari dunia luar, pantas saja perusahaan Mijnbouw Maatschappij Simau milik Belanda tahun 1910 masuk ke Lebong Tandai dan menguasai tambang ini dan membangun tempat bermain billyard, lapangan basket, lapangan tenis, rumah kuning (rumah bordil/lokalisasi) dan bioskop. Hanya bioskop dan rumah kuning yang bangunannya sudah tidak ada lagi. Perusahaan Belanda itu juga setiap tahun mendatangkan penari ronggeng dari Batavia (sekarang Jakarta).













Hal ini dapat dibuktikan dengan nama sebuah jembatan menuju Lebong Tandai yaitu jembatan Dam Ronggeng I dan Ronggeng II. Dinamakan jembatan Dam Ronggeng karena pada saat peresmiannya mengundang penari-penari ronggeng dari Batavia.

Desa ini terletak 500 meter dari permukaan laut, disebelah selatan berbatasan dengan bukit Husin dan sebelah utara berbatasan dengan bukit Baharu. Tercatat penduduknya 120 KK atau sekitar 360 jiwa ini dibagi menjadi 3 RT dan 2 Dusun. Desa ini pernah mendapat predikat sebagai desa teladan pada masa Kepala Desa Parman memimpin. Penduduk disini cukup heterogen ada suku Jawa, keturunan Tionghoa, Sunda, Batak, Padang, Rejang dan penduduk Pekal yang sejak awal mendiami wilayah itu. Tak heran jika penduduk disini dalam percakapan sehari-hari menggunakan 2 bahasa yaitu bahasa Indonesia dan Bahasa Pekal. Namun walaupun heterogen dan sudah tersentuh modernisasi kegotong-royongan warga masih cukup kuat, termasuk keramah-tamahan jika bertemu dengan orang yang baru datang.

Karena kita tiba didesa pada malam hari, rasanya tak sabar kita menunggu datangnya pagi. Rasa penasaran ingin menyaksikan desa ini disiang hari. Para penambang maupun perangkat desa akan membantu kita mengenal lebih dekat apa-apa saja yang ada didesa ini.














more to Kebun Teh Kebawetan

Read More......

Lebong Tandai "Batavia Kecil" (1)

November 2009...pertemuan penulis dengan bapak Arum Suyanto dalam kerja sama pembebasan lahan milik Pemda kabupaten Bengkulu Selatan membawa info adanya tempat yang sangat menarik untuk kunjungan wisata. Penulis sungguh tertarik untuk menuliskan ini sebagai obyek wisata yang seandainya dikelola akan menjadi daya tarik sebagai wisata tambang. Adalah Lebong Tandai.

"Batavia Kecil" (nama lain untuk kawasan Lebong Tandai yang digunakan Belanda waktu menguasai lokasi tambang emas di desa Lebong Tandai). Mengingatkan kita pada kejayaan masa lalu, dimana tempat ini pernah menjadi incaran banyak pihak, baik pada masa Belanda, Jepang maupun Investor pada masa kemerdekaan ini"

Menuju lokasi penambangan emas didesa Lebong Tandai Kecamatan Napal Putih Kabupaten Bengkulu Utara Propinsi Bengkulu cukup mudah karena angkutan umum relatif lancar, karena kita dapat memilih apakah melalui rute Kota Bengkulu- Napal Putih atau melalui rute Muara Aman (Ibu Kota Kabupaten Lebong) – Napal Putih. Perjalanan dari kota Bengkulu memakan waktu sekitar 3, 5 jam dengan menggunakan angkutan umum menuju desa Napal Putih, dengan ongkos Rp 30.000, desa itu adalah desa terakhir yang kita singgahi sebelum melakukan perjalanan ke desa Lebong Tandai. Demikian juga jika kita memilih rute Muara Aman-Napal Putih kita akan menempuh perjalanan dengan angkutan umum sekitar 4 jam.

Disana ada bekas rumah bersejarah yang dulu didiami oleh Pangeran Muhammad Ali Firman Alamsyah Gelar Rajo Mangkuto (Pangeran terakhir Marga Ketahun) dan juga pernah dijadikan rumah atau markas oleh Dr. AK Gani Gubernur Militer Sumatera Bagian Selatan pada masa perang kemerdekaan.Letak rumah ini di desa Napal Putih Kecamatan Ketahun.Dirumah yang terletak Desa Napal Putih inilah pada tahun 1947 roda pemerintahan Sumatera Bagian Selatan meliputi Bengkulu, Sumatera Selatan, Lampung, Jambi dikendalikan oleh Dr. AK Ganie sebagai Gubernur Militer.

Rumah ini berstatus cagar budaya dibawah tanggung jawab pemerintah. Karena ahli waris Pangeran Muhammad Ali Firman Alamsyah Gelar Rajo Mangkuto menyerahkan kepada Departemen Pariwisata dalam hal ini Dirjen Museum dan Kepurbakalaan Kantor Wilayah Jambi, Bengkulu dan Sumatera Selatan. Disana kita diperbolehkan untuk masuk dan melihat bagian dalam ruangan rumah bersejarah itu.

Dari Napal Putih kemudian menuju ‘Stasiun’ Molek (sebutan bagi kereta lori berukuran 5 x 1 m, bermesin diesel 10 PK yang bermuatan maksimal 10 penumpang). Ongkos perorang adalah Rp 20.000. Stasiun ini terletak diujung desa, dipinggir sungai ketahun. Banyak Molek yang menunggu penumpang namun rata-rata terminal ini ramai pada hari Senin dan Kamis karena pada hari itu para penambang dari luar Kabupaten Bengkulu Utara misalnya dari Kabupaten Lebong dan Rejang Lebong berdatangan menuju desa Lebong Tandai. Perjalanan dengan menggunakan Molek menuju Lebong Tandai dilakukan sore hari yaitu sekitar pukul 17.00 WIB hal ini guna menghindari terjadinya tabrakan dikarenakan Molek dari Lebong Tandai tiba di Napal Putih pukul 16.00 WIB. Meningat jalur rel hanya satu, jika terpaksa bertemu dengan Molek yang lain yang berlawanan arah atau ada Molek yang macet dijalan maka salah satu Molek dapat disingkirkan keluar rel, cukup hanya dengan tenaga 3 orang Molek itu dapat diangkat keluar rel.

more to Lebong Tandai "Batavia Kecil" (2)


sumber tulisan:
Komunitas Blogger Sumatera:
Lebong Tandai Bengkulu


Read More......

Air Terjun Curug Embun Kebawetan

Daya tarik berupa air terjun dengan ketinggian 100 meter dan panorama pegunungan dengan udara yang sejuk. Air terjun Curug Embun Kabawetan, merupakan obyek wisata alam yang ada di Provinsi Bengkulu, yang menawarkan kesejukan bagi wisatawan yang berkunjung. Wisatawan yang datang ke lokasi itu, selain dapat menikmati keindahan alam juga akan `dibuai` udara sejuk

Obyek wisata terdapat di Desa Tapak Gedung Kepahing Jl. Perum Kepahiang Beringin tiga. Lokasi itu berjarak sekitar 60 Km dari Bandara Fatmawati Kota Bengkulu dan dapat tempuh dengan kendaraan umum. Daya tarik yang ada di obyek wisata itu, selain air terjun juga panorama alam hutan tropis yang sekilingnya serta kebun teh Kabewetan yang juga merupakan obyek wisata yang cukup banyak dikunjungi wisatawan. Kebun teh Kabawetan merupakan peninggalan Belanda, ketika menjajah Bengkulu. Belanda masuk ke Bengkulu setelah menukarnya dengan Singapura pada Inggris.

Berbagai fasilitas telah dibangun di lokasi tersebut, diantaranya jalan aspal, pasangrahan, tempat menginap, tempat makan minum. Selain sebagai obyek wisata, kebun teh tersebut juga merupakan salah sumber pendapatan bagi Kabupaten Kepahiang, karena pucuk tehnya telah menembus pasaran ekspor.

Kebun teh tersebut, memproduksi dua jenis pucuk teh yakni teh hijau dan teh merah. Khusus teh hijau kualitasnya sangat bagus, diminata konsumen luar negeri dan telah diekspor ke Korea Selatan. Perkebunan teh Kabawetan 1.300 hektare perkebunan teh, sebanyak 300 hektare diantaranya merupakan teh hijau dan kebun teh merah 1.000 hektare.

more to Lebong Tandai Batavia Kecil(1)

Read More......

Danau Tes

Danau ini terletak di kecamatan Lebong Utara kabupaten Rejang Lebong. Danau ini merupakan danau terbesar dibandingkan dengan danau yang lain yang ada di propinsi Bengkulu

Dengan ukuran sekitar 3000 meter panjang dan 500 meter lebarnya. Untuk mencapai lokasi Danau Tes dapat menggunakan kendaraan roda empat sekitar 3 jam perjalanan atau 135 Km dari kota Bengkulu dan hanya 51 Km dari kota Curup. Banyak tersedia kendaraan umum dari Curup ke lokasi.
















more to Air Terjun Curug Embun Kebawetan
Read More......

Bukit Kaba

Bukit Kaba (Gunung Kaba) merupakan kawasan gunung berapi yang terletak di kabupaten Rejang Lebong. Gunung ini adalah bagian dari deretan pegunungan bukit barisan. Ketinggian bukit ini mencapai sekitar 1.936 meter dari permukaan laut.















Keunikan yang dimiliki bukit ini adalah terdapat tiga buah kawah besar dan 12 kawah kecil yang mengeluarkan belerang panas. Gunung ini juga dikelilingi oleh hutan lindung yang banyak memiliki satwa langka, sehingga membentuk panorama alam yang khas dan unik yang tidak bisa dilupakan. Bukit ini telah menjadi sasaran kunjungan pecinta alam dari berbagai daerah.

Untuk mencapai bukit ini dapat dilakukan dengan kendaraan khusus double gardan diatas jalan batu koral dan bagi yang suka melakukan pendakian dapat dimulai dari desa Sumber Urip sebagai pintu gerbang masuk dan posko pendakian dengan dipandu oleh masyarakat setempat. Jarak lokasi dari kota Curup sekitar 19 Km dan dapat ditempuh dengan kendaraan umum.

more to Danau Tes

Read More......

Suban Air Panas (Pemandian)

Suban Air Panas merupakan kawasan pemandian alam yang bersumber dari mata air panas dan telah dilengkapi dengan fasilitas seperti : kolam renang, tempat peristirahatan, dan rekreasi keluarga.















Dikawasan ini juga terdapat dua buah air terjun yang mengalir dari bukit dengan ketinggian masing-masing 75 dan 50 meter. Air terjun ini juga merupakan sumber air alam pegunungan yang sejuk dan jernih serta sehat untuk mandi. Panorama alam yang indah dan elok disepanjang perjalanan menuju lokasi membuat pengalaman tersendiri bagi liburan keluarga yang indah.

Lokasi mudah dijangkau dan hanya 15 menit perjalanan atau 6 Km dari kota Curup. Tersedia kendaraan umum, Dari kota Bengkulu sekitar 1,5 jam perjalanan dengan kendaraan roda empat atau sekitar 90 Km.

more to Bukit Kaba

Read More......

Air Terjun Kepala Curup

Daya tarik yang dimiliki berupa air terjun dengan ketinggian 100 meter, serta keindahan pemandangan alam dan udara sejuk. Selama menikmati keindahan alam, kita juga dapat melihat jenis flora dan fauna seperti berbagai jenis burung, monyet dan habitat bunga Rafflesia.

Pengunjung dapat menikmati suasana sejuknya air pegunungan. Lokasi obyek wisata terletak 29 km dari kota Curup.

more to Suban Air Panas (Pemandian)

Read More......

Danau Mas Harun Bastari

Daya tarik berupa danau dengan panorama alam dan udara yang sejuk. Fasilitas yang tersedia antara lain : villa, shelter, gedung pertemuan, taman, tempat parkir, penginapan, rumah makan.

























Untuk menikmati keindahan panorama alam sekitar dapat menggunakan perahu yang tersedia. Disekitar danau juga terdapat wisata agro dengan bermacam-macam tanaman sayur-sayuran. Lokasi Danau Mas Harun Bastari terletak di lintas Bengkulu-Lubuk Linggau(Sumatra Selatan).

more to Air Terjun Kepala Curup

Read More......
 

ikuti saya

ID
ardi.romdani@yahoo.com
Visit MyBlogLog and get a signature like this!
Travel blogs & blog posts
Resorts Blogs - Blog Catalog Blog Directory
Travel Blogs
Free Automatic Backlink